Semua Orang Bisa Sukses, Apapun Latar Belakangnya

PUREGANIC PARFUM photo Facebook-20140901-094537_zps76e6ccad.jpg

Friday, January 31, 2014

Ketika Sudah Menua

Temans..

Dalam kehidupan seorang anak manusia, yang pasti terjadi adalah menua, menjadi lebih tua dari sebelumnya. Bayi menjadi anak-anak, anak-anak menjadi remaja, remaja menjadi dewasa, dewasa menjadi orang tua dan seterusnya sampai ajal menjelang.

Masa bayi, anak-anak dan remaja adalah masa pertumbuhan dan pembelajaran. Banyak hal yang mempengaruhinya, orang tuanya, lingkungannya. Tuhan sungguh telah sempurna dengan ciptaanNya. Anak manusia diberi kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang mempengaruhinya. Ada yang berpengaruh baik, namun tak kurang banyak juga yang berpengaruh buruk.

Bukan perkara pengaruh baik atau buruk yang berinteraksi dengan kita, namun bagaimana kita dapat mengendalikan pengaruh negatif menjadi daya dorong positif atau pengaruh yang baik menjadi daya dorong yang lebih kuat lagi untuk kenyamanan menjalani kehidupan.

Temans...

Adalah hal yang alami, saat menjadi tua, fisik menjadi lemah, pendengaran, penglihatan dan tenaga tidak lagi sekuat waktu masih muda. Pada saat-saat seperti ini ada dua kelompok besar orang tua menyikapinya. Pertama, jiwanya, batinnya telah siap, sehingga orang-orang tua yang masuk kategori ini tetap bisa sabar dan menyadari ini adalah proses yang harus dilaluinya. Mereka tidak banyak menuntut, cenderung bersedia menjalani apapun yang dialaminya. Kedua, batinnya tidak siap. Pada kelompok kedua ini, muncul sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok pertama. Mudah tersinggung. "Sikapnya susah dimengerti", bahkan cenderung berperilaku seperti anak kecil.

Temans.....

Meski penyikapan diantara kedua kelompok itu berbeda, pada dasarnya kebutuhan mereka adalah tetap sama, perhatian dan kepedulian dari orang-orang yang dikasihinya, orang-orang yang dicintainya, khususnya dari anak-anaknya. Mereka butuh diajak bicara dengan tutur kata yang lemah lembut. Mereka butuh didengarkan, meski telah berulang kali atau bahkan beratus kali mereka bercerita hal yang sama. Mereka pun ingin anak-anaknya tetap mau mendengar nasihat mereka. Kebutuhan mereka bukan lagi pada kemewahan atau makanan yang banyak, karena memang fisiknya tidak membutuhkan itu semua. Yang mereka butuhkan adalah kepedulian dari orang-orang yang mereka kasihi.

OK temans... sudahkah kita perlakukan orang tua kita dengan selayaknya?



Sunday, May 5, 2013

Tidak Mudah Mengalahkan Diri Sendiri.

Guys,

Ada kalanya kita bertemu dengan kondisi-kondisi yang sangat memancing emosi sehingga tanpa kita sadari kita telah larut dalam kondisi yang menggelorakan emosi.

Tahukah guys, orang yang kuat bukanlah orang yang berotot atau orang yang pandai bersilat lidah dan kemudian dia puas jika lawan bicaranya tidak mampu berkutik lagi. Namun ia adalah orang yang mampu menguasai dirinya saat dia sedang emosi dan akhirnya menguasai emosinya, kemarahannya.

Wajar donk, kita marah saat banyak orang lain membuat kita kesal. Wajar donk mudah marah, tekanan lingkungan dan pekerjaan demikian kuatnya. Wajar donk, gue kan dari daerah tertentu yang memang gen-nya adalah temperamental. Dan masih banyak lagi premis yang terlontar saat orang menasihati agar tidak marah.

Kala lainnya adalah saat kita "tidak mampu" menahan godaan "makanan enak", padahal sebelumnya sudah makan yang cukup buat tubuh. Terus dan terus berulang sampai disadari kemudian BMI tubuh telah melewati batas atas. Kegemukan, obesitas. Mudah lelah dan dampak negatif lainnya.

Namun benarkah terlampau sulit? Atau tidak bisa diubah karena faktor gen (daerah asal)?

Guys, kemampuan mengontrol diri bisa diasah, bisa diperkuat. Yang perlu diupayakan adalah usaha dan tekad yang lebih kuat untuk mampu mengendalikan diri. Salah satu cara untuk mulai mengendalikan diri adalah dengan menulis. Saat kamu hendak meledak, segera ambil ballpen dan menulislah. Mengapa pilihannya adalah menulis? Karena ini yang paling mudah kamu lakukan sekaligus efektif mengalihkan energi negatifmu ke bentuk tulisan, meski awalnya yang kamu tulis adalah kemarahanmu. Bila dijadikan kebiasaan, pada saat yang lain saat kamu baca kembali apa yang sudah kamu tulis, kamu akan tersenyum sendiri.

Biasakan saat emosi mulai mendaki, tarik napas kamu dan rasakan aliran udara memenuhi paru-parumu melewati hidung dan tenggorokan. Fokus ke aliran udara yang mengaliri hidung kamu, tenggorokan kamu dan berakhir di paru-paru kamu.

Kamu juga perlu melatih prasangka baik. Berpikir positif atas apapun yang menimpa kamu, meski itu adalah kejadian yang tidak mengenakan. Prasangka baik ini akan efektif mengurangi emosi yang meledak-ledak. Susah? Iya, memang susah pada awalnya. Susah bukan berarti tidak mungkin, bukan? Bagaimana melatih kemampuan berprasangka baik?

Setiap kejadian selalu bisa dilihat dari dua sisi yang berbeda. Dari sisi negatif bisa, dari sisi positif juga bisa. Kalau kamu memilih selalu melihatnya dari sisi negatif, percayalah, jiwa kamu akan kelelahan dan tetap tidak mengubah apapun, bukan?

Ibarat besi berani, jika kamu terus memupuk energi positif dalam diri kamu, yang akan tertarik mendekati kamu hanyalah hal-hal positif lainnya. Sebaliknya yang akan tertarik mendekati kamu adalah hal-hal negatif. Semakin banyak engergi negatif terkumpul, kamu akan semakin susah beranjak. Kamu akan merasakan semakin susah untuk mengubahnya.

Cobalah tiap bagun tidur, kamu bersyukur, berterima kasih kepadaNya. Kamu diberi kesempatan untuk hidup sepanjang hari itu. Berterima kasih karena kamu tidak mimpi buruk semalam. Berprasangka baiklah, dalam perjalanan ke tempat kerja hanya kebaikan yang kan mendekati kamu. Di tempat kerja hari itu, kamu akan memperoleh kebaikan sampai pulang kembali ke rumah. Lawan sekuat tenaga jika ada gelagat pikiran negatif mendatangi kamu. Tanamkan bahwa orang yang kamu pikir buruk, tidaklah seburuk yang kamu pikirkan.

Action!!!

Ya... banyak orang hanya sebatas mengetahui saja hal-hal pengelolaan jiwa dan hati. Tidak ada action. Emosi tetap diledakkan.

Beruntunglah bila kita mampu dan mulai action untuk mengendalikan diri.

OK guys, selamat berjuang.








Wednesday, April 10, 2013

Sesal Diambang Keputusasaan

Oh.... Tuhan......

Barangkali ini skenarioMu untuk membersihkan salah dan dosaku di masa lampau. Masa-masa itu sungguh kelam. Aku sungguh malu kepadaMu. Malu untuk memohon ampun apalah lagi malu untuk meminta kepadaMu.

Masa-masa itu ku tak peduli halal haram apa yang aku peroleh dan aku makan. Uang begitu bergelimang, begitu mudah kudapat. Kusangka bisa bergembira dengan limpahan harta. Kusangka orang-orang yang selalu menemaniku adalah teman setia. Iya mereka selalu ada di sekelilingku saat kuminta mereka clubbing dari satu tempat ke tempat lain. Minuman? Ah... sudah biasa. Mabok sudah sehari-hari. Dorongan untuk memuaskan apa mau tubuh begitu kuat. Turuti dan turuti saja naluri ini.

Dari hari ke hari tiada luput dari petualangan. Petualangan yang kusangka membawa kepada keabadian. Kebahagiaan abadi. Ku tak ingat sudah berapa banyak perempuan yang kusakiti. Noda? Ah.. itu bagian dari petualanganku. Tak sedikit yang membelaku saat kubermasalah.

Sampai saat itu datang...

Menjelang subuh sekembali dari club terfavorit di kotaku, masih ada sisa mabuk, kubawa mobil sendiri. Kepala terasa sangat berat, namun aku yakin masih bisa membawa mobil kesayanganku yang kuperoleh setelah memenangkan proyek besar di salah satu institusi Pemerintah, setelah melalui proses dan persaingan yang melelahkan dan mengorbankan tak sedikit modal untuk itu.

Antara sadar dan tidak aku tetap mengendari mobil kesayanganku, sekonyong-konyong truk pengangkut pasir nyelonong didepanku. Aku ingat, saat itu aku berusaha maksimal menginjak rem kuat-kuat, namun entah mengapa, justru mobilku melaju makin kencang,,,,dan......... duuuarrrrr!!! Tabarakanpun tak terhindarkan.

Aku hanya ingat stir mobilku menghantam kuat dadaku, kaki terasa ngilu. Kemudian... semua gelap....

Sayup-sayup terdengar suara adzan saat aku tersadar yang entah berapa jam, berapa hari. Kulihat kanan kiriku, kulihat tubuhku masih terbalut perban, satu kakiku diikat dan ditinggikan dari posisiku berbaring.

Ya Tuhanku......

Oh..... dua kakiku sama sekali tidak bisa kugerakkan. Rasa nyeri di dada makin menjadi. Panas makin menyeruak dalam rongga dada. Sesak.....sesak sekali... Kupikir dicabut nyawa saat itu lebih baik, daripada menanggung sakit tiada terperi dan cacat seumur hidup. Sehari setelah kusadarkan diri kutunggu teman-teman yang biasa bersamaku, hari ketiga ku masih menunggu, seminggu, dua minggu, sebulan. Tidak ada satupun yang muncul. Sakit rasanya... betapa mereka tak pedulikan aku yang telah baik pada mereka. Ingin marah, tapi ke siapa?

Tagihan rumah sakitpun seperti tiada berhenti. Mengalir menggerogoti sisa hartaku. Mobil kujual, rumah kulepas... Tak terasa air mata menitik membasahi mukaku yang baru dilepas perbannya.

Terima kasih Tuhanku......

Saturday, April 6, 2013

Jalan kebaikan selalu terasa lebih berat.

Mengapa jalan kebaikan selalu terasa lebih berat?
Anda mungkin sering mengalami rasa berat saat akan melakukan perbuatan baik. Entah memberi kepada peminta-minta, saudara yang membutuhkan pertolongan, rekan kerja yang butuh advice Anda. 

Rasa berat itu muncul begitu saja. Sebaliknya saat Anda melakukan kesenangan Anda, rasa berat seperti itu tidak muncul.

Sesungguhnya munculnya rasa berat terkait dengan olah pikiran yang muncul karena Anda tidak memperoleh benefit atas kebaikan yang Anda lakukan. Tidak ada manfaat langsung, manfaat seketika pada diri Anda.

Hal lainnya, pembiasaan. Pembiasaan perbuatan baik akan mengurangi rasa berat saat Anda melakukannya. Anda ingat kan, saat Anda mengubah pola bangun tidur dari sebelumnya Anda terbiasa bangun tidur siang menjadi bangun lebih awal. Perjuangan berat tuk mengubahnya.

Saat Anda sudah terbiasa dengan pola bangun tidur baru, bangun lebih awal, Anda tidak lagi merasa berat.

Guys, yakinlah kebaikan yang Anda lakukan akan kembali kepada Anda dalam bentuk kebaikan lainnya. Anda akan merasa bahagia bisa menyenangkan orang lain. Jiwa Anda tenang. Ketenangan jiwa menjadikan Anda lebih obyektif menyusun langkah kehidupan Anda.

Wednesday, April 3, 2013

Sepuluh Cara Meningkatkan Kehidupan Anda

Anda tentu ingin meningkatkan kualitas hidup Anda, baik untuk kehidupan ini maupun kehidupan mendatang. Iya, saya ingin? But how?

Steve Pilkington - seorang konsuler terapi di Amerika Serikat, memberikan beberapa tips yang bisa meningkatkan kehidupan Anda.


Refleksikan Penghargaan Tertinggi Bagi Diri Anda

Seimbangkan berbagai hal yang menjadi unggulan diri Anda dengan tujuan kehidupan yang telah direncanakan. Tujuan-tujuan ini harus mengekspresikan diri dan apa saja dari diri Anda yang sangat dicintai. Keinginan terdalam untuk mengisi hidup akan datang, saat nilai-nilai yang Anda punyai bisa seimbang dengan tujuan yang hendak diraih.

Ciptakanlah Lingkungan Yang Akan Mendukung

Berhentilah “melawan” arah angin. Saat mencoba melakukan perubahan dalam diri, ciptakanlah lingkungan yang memungkinkan Anda untuk melangkah ke depan, Lingkungan-lingkungan ini misalnya, lingkungan yang lebih intelektual, lebih religius, lebih memotivasi, lebih menginspirasi dan lainnya - segala sesuatu yang ada dalam hidup adalah lingkungan Anda. Pergunakanlah lingkungan tersebut secara bijaksana, atau cobalah untuk menciptakan lingkungan yang lebih baru lagi

Tetap Berhubungan Dengan Komunitas

Komunitas kita mempunyai potensi yang besar untuk meningkatkan dan menunjang kita (bukan saja sebuah komunitas dalam bentuk fisik semata). Berhubungan dengan komunitas memungkinkan kita menjadi salah satu bagian yang lebih besar dari diri kita sendiri

Kenali Dan Gunakanlah Tubuh

Berolah raga, makan dengan tepat dan mendapatkan cukup tidur, akan menjaga diri dan tubuh dengan baik - lagi pula, tubuh ini merupakan satu-satunya yang kita miliki secara harafiah. Cobalah untuk mencapai impian tubuh yang bisa digapai

Jangan Takut Menanggung Risiko

Saat berada diakhir perjalanan hidup, sangat diyakini kalau penyesalan terbesar seseorang adalah saat kita tidak berani menanggung risiko. Jika kita sudah begitu terikat dengan apa yang kita lakukan, hal yang sama akan datang setiap waktu sehingga tidak mungkin kita menghindari risiko di depan. Hadapi risiko itu dan jadikanlah sebagai pengalaman.

Hadapi Kegagalan Sebagai Hal Yang Baik

Kegagalan sebenarnya bukanlah benarbenar kegagalan, kecuali kalau ternyata kita juga gagal dalam mengambil hikmahnya. Segeralah berbenah diri, ini akan membantu Anda untuk menghadapi berbagai halangan untuk meraih kesuksesan. Analisa dan belajarlah dari berbagai hal yang telah Anda coba namun belum mencapai kesuksesan

Jalanilah Hidup Dengan Penuh Kekuatan

Apakah yang membuat Anda berbeda dengan orang lain? Apa yang menjadi keahlian Anda? Tidak banyak orang di dunia ini, bisa mendapatkan berbagai bakat dan kemampuan seperti yang Anda miliki. Simpanlah waktu untuk lebih memperkaya dan meningkatkan kekuatan ini, sehingga Anda bisa melakukan yang terbaik

Jangan Mati Sebelum Mencapai Harapan

Banyak orang punya banyak keinginan dalam hidupnya, tapi kita juga lebih banyak menyerah oleh rasa takut yang menyerang. Berbagilah harapan tentang sesuatu yang sangat Anda idamkan, dengan orang-orang sekitar Anda. Harapan Anda adalah musik Anda, jangan pernah meninggal sebelum Anda memilikinya

Atasi Ketakutan

Ketakutan selalu berada dalam diri kita kapan saja, sehingga membuat kita mundur melakukan sesuatu. Hadapi dan perangilah ketakutan ini dengan melakukan tindakan yang memang harus Anda lakukan. Mengatasi ketakutan yang ada dan pengalaman akan menumbuhkan impian yang lebih besar dari yang Anda duga sebelumnya

Hiduplah Untuk Masa Datang

Saat ini merupakan satu-satunya waktu yang kita miliki secara nyata. Hari kemarin sudah lenyap selamanya dan esok belum tentu datang untuk kita. Jangan pernah menyia-nyiakan hidup yang sangat berarti ini, dengan selalu melihat ke belakang atau terlalu berpikir ke depan. Hiduplah untuk saat ini dan gunakanlah untuk mendapatkan pengalaman yang sangat berarti dalam kehidupan Anda saat ini.

Sumber tulisan Majalah Lisa

Menghadapi Orang Tua Yang Cerewet dan Keras Kepala


Anda yang masih memiliki orang tua, bersyukurlah! Anda masih diberi kesempatan untuk mengurusnya dan insya Allah justru bermanfaat untuk Anda sendiri. Sering yang dibayangkan adalah kerepotan mengurusnya, karena sebagian sifat mereka menjadi seperti anak-anak lagi, selain fisiknya memang sudah melemah. Kadang menjengkelkan, ya.. Namun ini adalah ladang kesabaran Anda. tentu Anda ingin lulus dari ujian ini kan? Berikut ulasan terkait dengan orang tua yang lanjut usia. Semoga bermanfaat.


Seseorang dikatakan berusia lanjut ketika sudah masuk usia 60 tahun ke atas dan merupakan salah satu fase yang harus dilalui oleh seseorang. Saat memasuki fase ini terjadi penurunan sistem tubuh dan juga fungsi kognitifnya.

"Orang tua yang makin cerewet dan keras kepala kadang membuat bingung, mau dilawan tapi itu orangtua sendiri, kalau tidak dilawan bikin sakit hati. Untuk mengatasinya anggota keluarga sebaiknya yang lebih mengalah dan berusaha beradaptasi dengan kondisi orang tua tersebut," ujar Dr Petrin Redayani LS, SpKJ dalam diskusi klinik KBR68H, di RSCM Jakarta, Selasa (11/1/2011).

Dr Petrin menuturkan lansia merupakan salah satu fase yang krisis, karena pada saat itu terjadi perubahan fisik (otot melemah dan lambat berpikir), perubahan emosional yang terkadang menjadi lebih sensitif, serta menjadi kurang aktif (tadinya bekerja sekarang sudah pensiun).

"Sedangkan penurunan fungsi kognitif seperti pikun bisa dilatih atau dicegah dengan cara tetap aktif, sering bersosialisasi, berkomunikasi, tidak membatasi kegiatan dan membiarkannya melakukan hal-hal yang dia senangi. Bagi lansia yang namanya teman adalah sesuatu yang sangat penting," ungkap dokter dari divisi geriatri departemen psikiatri FKUI-RSCM.

dr Arya Govinda Rooesheroe, SpPD, FINASIM dari divisi geriatri departemen penyakit dalam FKUI-RSCM menuturkan masalah lain yang dihadapi seiring bertambahnya usia adalah otot menjadi mudah kaku, sering bermasalah dengan tulang (keropos atau pengapuran) dan rentan terhadap berbagai penyakit.

"Dampaknya adalah menerima berbagai pengobatan atau terapi. Tapi harus hati-hati karena fungsi ginjal lansia sudah tidak optimal, kalau terlalu banyak obat atau berlebihan bisa menjadi tidak tepat guna atau meracuni," ujar dr Arya.

Sementara itu menurut dr Wanarani Aries, SpRM terapi pengobatan untuk lansia didasarkan pada tatakelola berbasis risiko, yaitu:

  • Risiko jatuh, orang yang lanjut usia lebih rentan terjatuh dibandingkan dengan orang dewasa muda.
  • Risiko malnutrisi, lansia rentan mengalami kekurangan gizi, terutama jika ia sulit atau tidak mau makan yang bisa menyebabkan tubuh lemas dan kesadaran menurun.
  • Risiko mistreatment, saat terapi ada berbagai obat yang harus dikonsumsi lansia padahal ginjal sudah tidak optimal dan berisiko meracuni tubuh.
  • Tatakelola penelantaran lansia, penelantaran disini bisa dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja karena ketidaktahuan keluarga.


"Lansia mirip dengan pasien anak dan bukanlah orang dewasa yang tua. Untuk itu tidak bisa menyamaratakan setiap lansia, karena perawatannya sangat bersifat individual," ungkap dr Arya.

Meski demikian karakter orang tua yang sulit dipahami ini bisa dipersiapkan sejak seseorang masih remaja atau dewasa muda yaitu dengan melakukan komunikasi yang baik dengan keluarga dan sosial.

Dr Petrin dan dr Arya memberikan beberapa tips yang harus dipersiapkan untuk meningkatkan kualitas hidup orang tua atau lansia, yaitu:

  • Melakukan olahraga atau aktivitas jasmani yang rutin, misalnya dengan senam bersama (untuk melatih koordinasi) atau berjalan-jalan.
  • Program makan yang diatur, menyesuaikan komposisi makan dengan aktivitas dan kegiatan agar tidak berlebihan yang bisa memicu kegemukan (menjadi faktor risiko berbagai penyakit) dan juga tidak kekurangan.
  • Melakukan pemeriksaan berkala sejak berusia 40 tahun, terutama jika memiliki faktor risiko penyakit tertentu dari keluarganya.
  • Tetap melakukan aktivitas sosial, hal ini tidak hanya menguntungkan fisik tapi juga mental, seperti menimbulkan rasa gembira dan merangsang stimulus otak.
  • Menyadari bahwa lansia adalah fase yang harus dihadapi, sehingga seseorang lebih bisa menerima perubahan hidupnya serta mendekatkan antara realitas yang ada dengan harapan yang dimiliki.
  • Melakukan komunikasi inter generasi dan juga dengan tetangga atau sosial, ajaklah orang tua mengobrol dan mengenang masa lalu adalah hal yang sangat indah.
Sumber: arsip www.detik.com

Ketika Keraguan Menghampirimu

Pernahkah Anda dalam kondisi keraguan yang mendalam diiringi kekhawatiran atas keputusan yang akan Anda ambil sementara akal pikiran Anda bicara yang sebaliknya?

Ya, peristiwa ini tentu tidak mengenakan.

Sesungguhnya keraguan itu muncul karena Anda tidak yakin tentang apapun yang akan terjadi pastilah baik buat Anda. Atau karena Anda tidak bisa memprioritaskan keputusan yang harus Anda buat.

Berikut tips untuk menghilangkan keraguan Anda:

Pahami keputusan yang hendak Anda buat.

Lakukan telaah atas langkah yang akan Anda buat, bandingkan dengan alternatif keputusan lain. Dengan memahami keputusan yang akan Anda buat termasuk mempertimbangkan efek-efek yang mungkin terjadi akan mengurangi keraguan Anda.

Buat skala prioritas

Anda membuat daftar urutan tindakan yang harus Anda ambil, identifikasi mana yang paling mendesak dan mana yang menempati urutan berikutnya juga akan membantu mengurangi keraguan Anda sekaligus menghindari Anda menyesal di belakang hari.

Pelihara prasangka baik

Ya, keraguan juga salah satu sebabnya karena Anda tidak percaya, Anda berprasangka bahwa Anda akan salah mengambil keputusan.
Bagaimana Anda memelihara prasangka baik? Sadarilah bahwa setiap kejadian pasti sesuai rencanaNya. Kita ini hanya lakon yang menjalaninya dan tentu saja tiap kejadian pastilah atas ijinNya.

So, selama Anda memahami persoalan yang Anda hadapi dan telah menetapkan skala prioritas serta tetap berprasangka baik atas persoalan apapun yang Anda hadapi, insya Allah keraguan itu akan berguguran.

Salam...

Tuesday, April 2, 2013

Belajar dari Blind Man

Kemarin saat naik travel "X" Bandung - Jakarta, kebagian tempat duduk di tengah. Sebenarnya tidak ada peristiwa yang luar biasa karena para penumpang lain menghabiskan waktu dengan tidur, bbm-an, internetan, sms atau menelepon, namun sedikit menarik perhatian adalah penumpang tepat disebelah kanan gue (posisi gue paling kiri dekat pintu keluar tengah).

Hampir sepanjang perjalanan gue dengar penumpang ini (cowo) menelepon seseorang atau menerima telepon seseorang, sambil merem (menutup mata) dan mengaktifkan phone-nya dengan mode suara termasuk saat pencet tuts phone-nya.

Sambil menutup mata? Gue penasaran dengan caranya menelepon yang lain dari biasanya. Gue cermati lagi, subhanallah, ternyata dia buta. Pantesan dia mengaktifkan phone-nya dengan mode suara. Sama sekali dia tidak merasakan kesulitan dengan caranya menelepon. Dengan tombol querty pada hapenya mempermudah dia bertelepon ria.

Sebenarnya gue tidak tertarik dengan materi pembicaraannya, tapi bagaimana lagi? Jelas terdengar karena dia ada di sebelah gue. Yang gue makin takjub dia bukan ngobrol asal haha hihi, namun dia obrolin tentang bisnisnya, bahkan terdengar sesekali menasihati lawan bicaranya.

Keterbatasan tidak menghalangi untuk terus moving forward.

Monday, April 1, 2013

Bagaimana bangkit dari keterpurukan dan dari masa sulit?

Berikut kutipan dari mbak Dini Shanti (founder dan moderator dari beberapa milis online).



"Saya adalah ibu rumah tangga dengan dua anak yang beranjak besar saat ini. Diantara semua kesibukan saya membesarkan mereka dan keengganan saya untuk berkantor dikota Jakarta yang macet ini, saya adalah Founder dan Moderator beberapa milis yang berkaitan dengan dunia bisnis online, juga owner dari beberapa layanan penyedia jasa lengkap yang berhubungan dengan dunia bisnis online.

Tahun 2006 yang lalu bersama Nadia, saya mendirikan dan membangun d'BC Network -- yang ternyata menjawab semua kebutuhan bisa tinggal di rumah bersama kedua anak saya dan tetap menghasilkan uang jutaan.

Kenapa saya berani bilang begitu? Karena saya sempat mengalami masa-masa dimana saya tidak tau bagaimana harus membeli makanan untuk anak-anak saya kecuali dengan berhutang. Saya sempat mengalami masa-masa dimana kasur pun saya tidak punya... Apa yang saya dapatkan sekarang adalah sesuatu yang melebihi ekspektasi saya saat dulu memulai d'BC Network. Dari yang hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari menjadi sesuatu yang luar biasa indah mengetahui masa depan kedua anak saya tidak perlu saya khawatirkan lagi."

Ingin tahu lengkapnya? Klik link berikut ya: Semua Bisa Sukses di Oriflame

Sunday, March 31, 2013

Mengatasi Kecewa

Siapa sich yang tidak pernah kecewa? Siapapun pasti pernah merasakan kecewa, ada yang kecewa karena pekerjaan, teman, atau bahkan kekecewaan karena masalah asmara, hubungan cinta dengan pasangan.

Perasaan kecewa pun sangat beragam, ada yang dengan mudah melupakan kekecewaan tersebut tetapi ada yang susah bahkan tidak bisa melupakaan rasa kecewa tersebut.

Kecewa memang merupakan hal yang normal tetapi bagaimana kita mengatasi kecewa tersebut yang membedakan kualitas diri kita.

Berikut ini beberapa tips atasi kecewa;

Pahami Puncak Masalah

Pahami puncak permasalahan yang menyebabkan kita kecewa, dengan memahaminya maka kita mudah mencari jalan keluar atau solusinya.

Pahami perasaan Kita

Alangkah baiknya jika kita juga memahami perasaan kita, coba hayati tekanan yang kita hadapi sehingga mudah kita mengatasi rasa kecewa tersebut.

Ikhlas dengan Perasaan Kita Sendiri

Hindari untuk menipu perasaan diri kita sendiri, karena adakalanya rasa kecewa karena hal yang lain. Misal kita kecewa karena rekan kerja berhasil mencapai karir yang lebih tinggi tetapi sebenarnya kita kecewa karena rekan kita itu lebih cantik. Dalam contoh itu kita melihat bahwa kita menambah beban kecewa dengan perasaan kecewa mencapai karir itu bukan cuma lebih cantik. Coba hayati dengan tenang perasaan kita, puncak dari rasa kecewa tersebut.

Pahami Puncak Kekecewaan

Selain memahami puncak masalah, coba pahami juga puncak dari rasa kecewa tersebut. Apakah puncak kecewa tersebut selalu berulang-ulang kita alami? apakah ada salah dalam diri kita? dan sebagainya.

Menghindarinya

Setelah mengetahui dan memahami puncak dari kekecewaan, coba memikirkan apakah hal-hal tersebut dapat dihindari di masa akan datang, sehingga kita masih dan bermankan memiliki harapan dan mencegah hal kecewa tersebut.

Cara mengatasi kekecewaan

Jika kita merasa kita sudah bertindak/berusaha untuk mengatasi kekecewaan tersebut, kita sebenarnya telah berhasil yaitu berhasil didalam menguasai diri kita untuk mengatasi rasa kecewa. Ada beberapa cara ‘obat’ atasi rasa kecewa tersebut;
  • Fokus perhatian kepada aktivitas lain yang bermanfaat
  • Melupakan kekecewaan tersebut dan berkomitmen untuk tidak kecewa lagi*
  • Meluapkan perasaan kita kepada teman atau orang yang kita percayai

Minta nasehat atau saran dari orang lain

Cobalah untuk meminta nasehat dari orang lain yang kita hormati dan sebaliknya jangan meminta nasehat dari orang yang kita benci atau yang sakitkan hati kita. Intinya adalah jangan menambah perasaan kecewa tetapi mengurangi rasa kecewa tersebut.

Jangan memanjakan perasaan

salah satu obat mengatasi rasa kecewa adalah jangan memanjakan perasaan kita, hindari untuk terlalu membawa perasaan. Coba lakukan aktifitas lainnya yang dapat mengalihkan fikiran dari hal yang menyebabkan rasa kecewa.

Biarkan Otak mengatasi Hati

Cobalah untuk menenangkan perasaan dengan pemikirian, jika kita menggunakan otak untuk mengatasi perasaan (hati) akan lebih mudah kita melihat jalan yang lebih lurus dan rasional. Biasanya pemikiran rasional akan dapat mengatasi rasa kecewa.

Tingkatkan keyakinan diri

Rasa kecewa biasanya muncul ketika kita kurang percaya diri. Hal ini sangat berperan dalam munculnya rasa kecewa pada diri kita.

Daripada memendam kecewa yang tak berkesudahan, mending tengok ini yok.. sekaligus anda nambah teman baru dan tentunya uang saku.. penghilang kecewa



Sumber blog tetangga

Saturday, March 30, 2013

Anda Jenuh? Saatnya Me Time!

Anda merasa jenuh dalam bekerja? Anda merasa jenuh dalam kehidupan rumah tangga Anda?  Saatnya Anda ber"Me Time!"

Ada kalanya Anda membutuhkan waktu ini untuk diri sendiri melakukan hal-hal yang Anda sukai. Kaum Adam sering kali ber"Me Time" dengan melakukan hobbynya bisa berupa bermain dengan burung perkutut kesayangannya, bermain dengan kendaraannya atau sekedar memancing.

Berbeda dengan kaum Adam, kaum Hawa sering lebih tertarik ber"Me Time" dengan perawatan diri. Luluran dan kegiatan olah tubuh lainnya, atau hanya sekedar berendam dalam kehangatan air aroma terapi.

Sesekali diperlukan kegiatan untuk menyenangkan dan membuat diri relax dan kemudian siap beraktivitas lagi dengan semangat baru.

Temans, meski Anda membutuhkan "Me Time", berkompromilah saat Anda akan melakukannya, karena bukan enjoy dan relax yang Anda dapat namun masalah baru yang Anda akan tuai. Bangun tengah malam, mengadu kepadaNya juga salah satu bentuk "Me Time". Setelahnya batin Anda akan lebih tenang dan akhirnya kejenuhan akan pergi dari diri Anda.

Mana yang paling cocok, tentu Andalah yang lebih tahu. Happy Me Time, temans.

Sebelum ber"Me Time" tengok ini yok... Menembus Impian